My Small Thoughts

Scholarship, is that hard? – (Tips mendapat beasiswa LPDP with my version;)

Bermimpi untuk mendapatkan beasiswa yang merupakan cita-cita semua orang, mungkin adalah hal yang sulit untuk sebagian besar kita. Kenapa? Karena tentu saja membutuhkan usaha yang lebih, dan kemampuan yang harus melampaui jutaan saingan kita yang mempunyai mimpi yang sama. Kadang-kadang itulah yang membuat semangat kita naik-turun-naik-turun untuk mencapai mimpi tersebut. Namun, apakah hal tersebut membuat kita lantas berhenti mengejar mimpi kita? Tips dan langkah apa sajakah yang perlu kita ikuti untuk mendapatkan beasiswa?, let me share to you with my version;):

lpdp

  1. Kuatkan niat kita.

Kenapa segala sesuatu yang penting harus diawali dengan niat? Shalat, puasa, dan even mencari beasiswa? Tentu karena niat membuat kita bersungguh-sungguh memulai untuk mengerjakannya. Kuatkanlah niat kita untuk mendapatkan beasiswa agar tidak cepat patah semangat. Niat bisa dibangun dengan menggali lebih dalam alasan kita untuk melanjutkan sekolah dan mencari beasiswa. Misalnya A niat ingin mencari beasiswa untuk sekolah di uni B jurusan transportasi karena ingin memajukan sistem transportasi di Indonesia.

  1. Tetapkan dan cari tahu sebanyak-banyaknya mengenai kampus yang ingin dituju dan beasiswa yang ingin diraih. Catat deadlinenya!. Jangan malas dan menunda-nunda waktu.

Beasiswa bukanlah untuk orang yang hanya ingin tanpa mau berusaha. Setiap hari, luangkanlah waktu untuk mengobservasi bidang studi yang ingin kita pelajari lebih lanjut dan kampus mana yang paling cocok. Pelajari mata kuliah-mata kuliahnya, dosen-dosennya dan lingkungannya. Dengan banyaknya informasi, kita mempunyai gambaran mengenai apa saja yang akan kita gali bila bersekolah disana. Kemudian, carilah beasiswa-beasiswa yang dapat mengakomodir keinginan kita untuk bersekolah tersebut. Buatlah list prioritas: kampus dan beasiswa mana saja yang akan kita apply berdasarkan deadline dan preferensi agar kita bisa fokus. Jangan malas dan mengundur-ngundur pencarian tersebut karena penyesalan selalu datang belakangan;)

  1. Penuhi semua persyaratan-persyaratannya.

Buatlah checklist, persyaratan-persyaratan apa saja yang dibutuhkan untuk mendaftar ke universitas dan beasiswa yang kita tuju. Secara umum persyaratan-persyaratan tersebut adalah sebagai berikut:

  • IELTS/TOEFL: Sebelum ujian IELTS/TOEFL, tentu kita harus tahu seberapa jauh kemampuan kita dengan mengikuti simulation test yang biasanya ada di buku-buku IELTS/TOEFL. Bila nilainya sudah bagus (7 keatas) kita cukup mengasah kemampuan kita dengan latihan-latihan dari buku tersebut (untuk IELTS saya rekomendasikan buku Cambridge), namun bila nilainya cukup atau kurang (6.5 kebawah) dan waktunya cukup, kita bisa mengikuti preparation course di tempat-tempat yang cukup terkenal reputasinya seperti TBI/IALF/IDP (sekali lagi untuk IELTS karena saya tidak ikut TOEFL hehe). Biayanya mungkin memang cukup mahal, tapi yang jelas itu sangat berguna untuk peningkatan kemampuan bahasa kita. Janganlah kita royal dalam mengeluarkan uang untuk foya-foya sedangkan pelit mengeluarkan uang untuk pendidikan. Kita sudah dewasa dan sudah tahu yang lebih penting yang mana bukan?;). Bila merasa sudah oke, jangan menunda-nunda waktu untuk tes karena materi-materi yang kita pelajari bisa dengan mudahnya hilang dengan banyaknya aktivitas yang kita jalani. Bila hasil test kita masih kurang, jangan patah semangat dan kapok untuk mencoba kembali. Kenapa? Karena tidak ada yang instant didunia ini apalagi untuk kita yang bukan berasal dari negara pengguna bahasa inggris, belajar lah lagi dan lagi, dan coba test lagi yang kedua kali. Kebanyakan orang akan berhasil di test yang kedua karena sudah tahu kelemahannya masing-masing.
  • Reference letter: Mintalah dosen dan atasan yang paling mengenal/dekat dengan kita untuk membuatkan surat referensi. Buatlah janji dengan dosen dan atasan tersebut dimana kita bisa menjelaskan dengan detail rencana kita untuk melanjutkan belajar. Karena biasanya mereka sangat sibuk, buatlah draft-draft yang dapat kita tunjukan di pertemuan itu sehingga bisa langsung di edit dan di finalisasi. Rajin-rajinlah menyapa mereka lewat email atau sms untuk memberikan progres kita selama belajar setelah berhasil mendapatkan beasiswa. Karena jangan lupa, kita tidak akan lulus tanpa ilmu dan rekomendasi dari mereka. Universitas tertentu akan membutuhkan professor untuk menulis rekomendasi, bila kita tidak punya kenalan professor, minta tolonglah pada dosen kita tersebut untuk diperkenalkan kepada beliau. Jangan malu atau sungkan untuk mencoba, kenapa? Karena siapa yang tidak senang atau menolak membantu anak didiknya ingin melanjutkan sekolah? Tentu mereka akan sangat senang membantu kita. Jangan langsung menyerah bila email sekali tidak dibalas, emailah kedua atau ketiga kali namun tetap dengan bahasa yang sopanJ mereka pasti mempunyai banyak agenda mengajar dan mempunyai waktu terbatas untuk mengecheck email.
  • Motivation letter: Kebanyakan universitas membutuhkan ini sebagai syarat pendaftarannya. Intinya adalah mereka ingin mengenal kita, pendidikan, pengalaman kerja kita dan alasan kita ingin belajar disana, juga cita-cita kita setelah lulus nanti. Saran saya, make this as the best as you can. Kebanyakan dari kita mempunyai latar dan harapan yang bagus namun sulit untuk membahasakannya kedalam essai dan itu sangat disayangkan. Karena itu carilah referensi-referensi di internet untuk melihat bahasa yang bagus dan buat draft nya semenarik dan se-representatif mungkin. Jangan bertele-tele dan terlalu banyak. Jadikan singkat namun padat dan jelas. Mintalah review dari teman bule kita atau dosen atau teman-teman kita yang punya kemampuan bahasa lebih baik atau lebih berpengalaman membuatnya sebelum kita finalisasi.
  • Essay-essay lainnya: Selain motiv. letter, tentu kita akan membuat berbagai macam essay lain sebagai persyaratan untuk beasiswa. NZ scholarship membutuhkan specific skill for country development essay, AADS membutuhkan banyak essay yang perlu diisi di formnya dan LPDP membutuhkan tiga essay yang akan diseleksi untuk panggilan wawancara. Jadi, jangan kaget dan malas untuk membuat essay-essay tersebut. Tidak ada yang susah kok bila kita terus mencoba dan berusaha;). Tips dari saya (yang saya amati dari essay-essay yang lulus) adalah: mulailah dari fakta, kemudian masalah yang terjadi terkait fakta tersebut dilanjutkan dengan solusi yang akan kita berikan berbekal dari bidang studi yang akan kita pelajari. Jangan lah membuat essay yang biasa-biasa saja seperti: saya ingin melanjutkan studi di program Msc in Public Transportation karena saya ingin memperdalam ilmu tersebut dan akan berguna bagi karir saya kedepannya. Tetapi akan lebih baik seperti ini (hanya contoh ya): Indonesia kaya akan jenis transportasi umum baik di laut, darat dan udara. Terdapat 100 jenis pesawat udara, 50 jenis bus dan 100 angkutan umum. Namun, system yang ada saat ini belum cukup mumpuni untuk mengaturnya terbukti dengan masih banyaknya angkutan illegal dll dll, karena itu saya ingin memperbaiki masalah tersebut dll dll dengan mengambil jurusan Msc in Public Transportation agar saya bisa memberikan solusi berupa dll dll. Buatlah semenarik, sejujur dan se-bersemangat namun realistis mungkin di essay kita agar mempunyai nilai lebih bagi penilainya. Kebayangkan bosannya membaca ratusan essay yang biasa saja?
  1. Be careful when submitting your application!.

Setelah semua persyaratan kita buat, kirim lah aplikasi-aplikasi kita dengan hati-hati. Jangan sampai kesalahan kecil seperti kesalahan format tulisan, atau kesalahan tanggal pengumpulan membuat kita gagal meraih tujuan kita. Baca ketentuan-ketentuannya, dan review isian-isian kita (informasi diri dll) berkali-kali sebelum disubmit. Ini memungkinkan kita untuk meminimalisir kesalahan-kesalahan kecil yang bisa terjadi.

  1. Percaya diri (jangan minder dan tegang) ketika tes berlangsung 

Panggilan test tentu menjadi saat-saat yang membahagiakan sekaligus menegangkan bagi kita. Dari daftar nama kita bisa melakukan screening pertama mengenai siapa saja peserta test yang memilih jurusan yang sama dengan kita dan profil orang-orang tersebut. Bila lebih baik (atau jauh lebih baik), pasti akan ada perasaan minder yang menghantui kita dan akan membuat kita sedikit panik dan pasrah. Namun, percayalah bahwa semua itu wajar dan manusiawi. Tetapi janganlah menjadikan hal tersebut penurun semangat kita, yakinlah bahwa kita juga bisa dan sama baiknya. Semua peserta mempunyai tujuan yang positif yaitu melanjutkan studinya masing-masing ke jenjang yang lebih baik dan membangun negaranya. Karena itu, janganlah jadikan ini perlombaan namun pengalaman berharga untuk kita dan berkenalan dengan mereka. Tenanglah ketika wawancara, dan jangan lupa untuk selalu ramah kepada interviewer. Anggaplah mereka adalah dosen baru kita dimana kita bisa berkenalan secara formal dan berbagi mimpi dengan mereka. Jawablah sejujur dan sejelas mungkin karena tentu saja, agar cita-cita kita tersampaikan dengan baik kepada mereka.

  1. Berdoa dan mensyukuri apapun hasilnya.

Luangkanlah waktu untuk berdoa agar kita bisa lulus. Pasrahkan semuanya dan jangan mengungkit-ungkit kesalahan kita dulu selama menjalani tes sebelum keluar hasilnya. Jangan fokus untuk menunggu satu aplikasi, apply lah beberapa program agar kita mempunyai backup plan. Sibukan diri dengan aktivitas-aktivitas positif sampai hasil keluar. Bila lulus, jangan lupa bersyukur, mengabari dan berterima kasih kepada orang-orang yang telah membantu kita: orang tua, teman, dosen, guru bahasa inggris dll juga jangan terlalu lama hanyut akan kebahagiannya karena kita harus lanjut untuk mempersiapkan banyak hal lainnya sebelum berangkat. Bila tidak lulus, ingat semua ada rezeki dan waktunya masing-masing. Jangan lah cepat menyerah, ada orang yang membutuhkan sekali aplikasi dan langsung mendapatkan beasiswa namun ada juga yang membutuhkan berkali-kali dan bertahun-tahun aplikasi baru mendapat beasiswa, anyway, thats life right?:). Bila yang mampu dan tidak ingin menunggu terlalu lama bisa menggunakan uang sendiri karena tidak ada salahnya menghabiskan uang untuk pendidikan yang merupakan investasi masa depan kita.

Alhamdulillah, mungkin itu dulu tips dari saya semoga berguna buat kita semua. Saya yakin kita semua mempunyai peluang yang sama dan kemampuan masing-masing untuk mendapatkan keinginan kita tinggal bagaimana kita memperjuangkannya.

Salam semangat 😀 – Aghnia Amalia Septiany

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s