Creativity and Innovation

Another way to remember :D

Salah satu sifat manusia adalah pelupa. Manusia memang memiliki otak yang cerdas yang dapat menyerap berbagai macam hal, informasi dan kejadian yang berlangsung disekitarnya dengan cepat. Tetapi lain halnya dengan komputer, karena begitu banyaknya ‘data’ yang diterima oleh otak manusia, akibatnya hanya hal-hal yang bermakna dan berbeda/unik saja yang benar-benar dipahami dan tersimpan dalam pusat kendali badan kita tersebut. Lalu, bagaimana caranya mengingat dan memahami  suatu hal yang benar-benar penting seperti pelajaran? Bagaimana membuat hal-hal yang ingin kita ingat menjadi bermakna/berbeda sehingga kita tidak mudah melupakannya? Maka diperlukan suatu metode kreatif untuk mengingat informasi tersebut.

Seperti cara menghafal dua puluh tokoh yang paling berpengaruh didunia dengan membuat suatu cerita dari nama-nama yang dikaitkan dengan angka tersebut sebagai tugas Paman Apiq berikut ini:

  1. Muhammad – Ratu
  2. Isaac Newton – Gua
  3. Jesus Christ – Raga
  4. Buddha – Tempat
  5. Confucius – Terima
  6. St. Paul – Senam
  7. Tsai Lun – Baju
  8. Johan Gutenberg – Balapan
  9. Christopher Colombus – Cemilan
  10. Albert Einstein – Sesepuh
  11. Louis Pasteur – Sebel
  12. Galileo Galilei – Dobel
  13. Aristotle – Timbel
  14. Euclid – Fabel
  15. Moses – Mebel
  16. Charles Darwin – Nambal
  17. Shih Huang Ti – Jubel
  18. August Caesar – Label
  19. Copernicus – Sambal
  20. Laurent Lavoisier – Dapul

The story…

Matahari sudah tenggelam ketika Nabi Muhammad SAW dan pasukannya sampai di suatu negeri tempat Ratu yang terkenal jahat untuk menyelamatkan Isaac Newton yang terpenjara di dalam Gua. Peperangan yang hebat pun terjadi antara dua kubu tersebut, dan karena sudah banyak menelan korban, seorang warga diam-diam memanggil Jesus Christ  yang sedang berolah Raga bersama Buddha di suatu Tempat didekat pusat kota. Tetapi mereka berdua sadar bahwa dengan kekuatan mereka saja tidak cukup untuk mendamaikan peperangan. Ditengah kebingungan tersebut terdengarlah suara Confucius yang sedang mengucapkan Terima kasih kepada St. Paul yang telah menemaninya Senam pagi di tempat yang sama. Tanpa pikir panjang mereka langsung mengajak beliau untuk ikut mendamaikan perang dengan terlebih dahulu menemui Tsai Lun untuk membeli Baju tempur. Dengan mobil pinjaman Johan Gutenberg mereka bertiga Balapan menuju lokasi perang. Karena begitu lapar, mereka memakan bekal dari Christoper Colombus berupa Cemilan dari negeri seberang. Albert Einstein, sesepuh kota yang jenius memberikan mereka larangan untuk tidak membunuh siapapun termasuk Louis Paster dengan muka Sebel dan Galileo Galilei yang dapat membuat perang menjadi Dobel. Mereka bertiga pun berpikir keras mengenai strategi yang tepat untuk membuat perang berakhir tanpa korban jiwa dan menemukan sebuah solusi yaitu menyuruh Aristotle berjualan Timbel dan Euclid bercerita Fabel dipinggir lokasi peperangan dibantu oleh Moses yang menyediakan Mebel miliknya juga Charles Darwin sang pe Nambal ban untuk berjaga-jaga. Karena harum makanan yang enak, para pasukan perang juga dua kubu juga Shing Huang Ti ber Jubel untuk membeli nasi tersebut dengan menunggu August Caesar untuk memberi Label antrian. Strategi berhasil dan peperangan pun berubah menjadi acara makan-makan bersama dua kubu, penetral dan warga sekitar yang membuat suasana menjadi akrab apalagi ditambah datangnya Copernicus dengan Sambal nya yang mantap yang dibuat bersama Laurent Lavoisier di suatu daerah bernama Dapul..

Sekian… 😀 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s